Senin, 22 Oktober 2018

DOSEN ALI MUHLI, SE., MM. TUGAS MATA KULIAH EKONOMI INTERNASIONAL: KELOMPOK 2

Kebijakan Ekonomi
Bagian I
Pengertian Kebijakan Ekonomi Internasional
Kebijakan ekonomi internasional diartikan sebagai berbagai tindakan dan peraturan yang dijalankan suatu negara, baik secara langsung maupan tidak langsung, yang akan mempengaruhi struktur, komposisi, dana rah perdagangan internasinal dari/ke negra tersebut.
Instrumen Kebijaksanaan Ekonomi Internasional
Instrumen kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor diartikan sebagai berbagai tindakan dan peraturan yang dikeluarkan pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang akan memepengaruhi struktur, komposisi, dana rah transaksi serta kelancaran usaha untuk peningkatan devisa ekspor suatu negara.
Kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor dikelompokkan menjadi dua macam kebijakan sebagai berikut :

A.    Kebijakan Ekspor di dalam Negeri
1        Kebijakan perpajakan dalam bentuk pembebasan, keringanan, pengembalian pajak ataupun pengenaan pajak ekport/PET untuk barang-barang ekpor tertentu. Contoh : pajak ekpor atas CPO
2        Fasilitas kredit perbankan yang murah untuk mendorong peningkatan ekspor barang-barang tertentu.
3        Penetapan prosedur / tata laksana ekspor yang relative mudah.

B.     Kebijakan Ekspor di luar Negri
1        Pembentukan International Trade Promotion Centre (ITPC) di berbagai negeri, seperti di Jepang (Tokyo), Eropa, AS, dan lain-lain.
           2        Pemanfaatan General System of Preferency (GSP), yaitu fasilitas keringanan bea masuk yang diberikan negra-negara industry untuk barang manufaktur yang berasal dari negara yang sedang berkembang.

DOSEN ALI MUHLI, SE., MM. TUGAS MATA KULIAH EKONOMI INTERNASIONAL: KELOMPOK 2

Kebijakan Ekonomi
Bagian II
Kebijakan perdagangan internasional di bidang impor dapat dikelompokkan menjadi dua macam kebijakan sebagai berikut :
A.    Kebijakan Tariff Barrier
Kebijakan Tariff Barrier (TB) dalam bentuk bea masuk  adalah sebagai berikut :
1    Pembebasan bea masuk/ tariff rendah adalah antara 0% s/d 5% : dikenakan untuk bahan kebutuhan pokok dan vital, seperti beras, mesin-mesin vital, alat-alat militer/pertahanan/ keamanan.
2   Tarif sedang antara > 5% s.d 20% : dikenakan untuk barang setengah jadi dan barang-barang lain yang belum cukup di produksi di dalam negeri.
3   Tarif tinggi di atas 20% : dikenakan untuk barang-barang mewah dan barang-barang lain yang sudah cukup diproduksi di dalam negeri dan bukan barang kebutuhan pokok.

Kebijakan Mekanisme
Perhitungan pengenaan tariff
1        Tarif ad-valorem, yaitu presentase tertentu dari pajak yang dikenakan berdasarkan nilai barang-barang yang diimpor.
2        Tarif spesifik, dikenakan sebagai beban tetap beban tetap unit barang yang impor.
3        Tarif campuran adalah gabungan dari keduanya.
Sifat dan keuntungan / kelemahan masing-masing system Tarrif
a.       Bea harga bersifat proporsional.
Keuntungannya :
1)      Dapat mengikuti perkembangan tingkat harga/inflasi.
2)      Terdapat diferensiasi harga produk sesuai kualitasnya.
Kerugiannya :
1)      Memberikan beban yang cukup berat bagi administrasi pemerintah.
                  2)      Sering menimbulkan perselisihan dalam penetapan harga.

DOSEN ALI MUHLI, SE., MM. TUGAS MATA KULIAH EKONOMI INTERNASIONAL: KELOMPOK 2


Kebijakan Ekonomi
Bagian III
a.       Bea spesifik bersifat regresif.
Keuntungannya :
1)      Mudah dilaksanakan.
2)      Dapat digukana alat control proteksi industry dalam negeri.
Kerugiannya :
1)      Pengenaan tariff dirasakan kurang/tidak adil karena tidak membedakan harga/kualitas barang.
2)      Hanya dapat digunakan sebagai alat control proteksi yang bersifat statis.
Tujuan dan Fungsi Bea Masuk
a.       Menurut Tujuannya
1)      untuk membatasi impor barang tertentu.
2)      Untuk meningkatkan penerimaan negara
b.      Menurut Fungsinya
1)      Untuk mengatur perlindungan ekonomi industri dalam negeri
2)      Salah satu sumber penerimaan negara
A.    Kebijakan Nontarif Barrier
1        Instrumen Kebijakan Nontarrif
Kebijakan Nontariff barrier (NTB) adalah berbagai kebijakan perdagangan selain bea masuk yang dapat menimbulkan distrosi, sehingga mengurangi petensi manfaat perdagangan internasional.
2        Sistem kuota dan efek-efek kuota
Kuota adalah pembatasan fisik secara kuantitatif yang dilakukan atas pemasukan barang dan pengeluaran barang dari suatu negara untuk melindungi kepentingan industry dan konsumen.
3        Subsidi
Subsidi adalah kebijakan pemerintah untuk ineliberi dan perlindungan atau bantuan kepada industry dalam negri dalm bentuk keringanan pajak, pengembalian pajak, fasilitas kredit, subsidi harga.
Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional
1        Melindungi kepentingan ekonomi nasional
2        Melindungi kepentingan industry di dalam negeri
3        Melindungi lapangan kerja
4        Menjaga keseimbangan dan  stabilitas balance of payment (BOP)
Catatan Kaki :
·         Apridar, Ekonomi Internasional; Sejarah, Teori, Konsep Dan Permasalahan Dalam Aplikasinya, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009), hlm 111-119.
Nama Anggota Kelompok :
-          (13215091) Hayati Emika Arif
-          (14215145) Mesya Sandrina
-          (14215644) Muhammad Ilham Akbar
-          (15215523) Rafi Hanif
   (15215689) Raudatul Jannah